Minggu, 06 September 2026
Breaking News
STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus
TrustJabar
Internasional
Penulis: Cep30 Jul 2025

Gempa 8,7 Mangitudo Guncang Rusia, Gelombang Tsunami Terjang Jepang dan Hawai!

Gempa bumi dasyat dengan mangitudo 8,7  mengguncang semenanjung Kamchatka Rusia timur pada Rabu (30/07/2025) waktu setempat.

Gempa bumi dasyat dengan mangitudo 8,7  mengguncang semenanjung Kamchatka Rusia timur pada Rabu (30072025) waktu setempat.

Gempa bumi dasyat dengan mangitudo 8,7  mengguncang semenanjung Kamchatka Rusia timur pada Rabu (30072025) waktu setempat.

trustjabar.com – Gempa bumi dashyat dengan mangitudo 8,7  mengguncang semenanjung Kamchatka Rusia timur pada Rabu (30/07/2025) waktu setempat. Gempa tersebut merusak puluhan bangunan dan tidak lama dari guncangan peringatan terjadinya tsunami langsung disuarakan di berbagai negara.

Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan agar penduduk segera dilakukan evakuasi. Karena gempa yang terjadi sangat kuat dan memicu gelombang tsunami setinggi 4 meter. Reuters melaporkan, sebuah bangunan sekolahan dan rumah warga mengalami kerusakan parah.

Sementara gelombang tsunami menghantam wilayah pesisir Kamchatka. Menurut data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menuliskan dalam keterangannya di mesia sosia X bahwa gempa terjadi pada kedalaman 19,3 kilometer.

Gempa berpusat 126 kilometer sebelah timur tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky dengan jumlah penduduk 165.000 jiwa. Selain itu, berdasarkan informasi terbaru Badan Meteorologi Jepang mengatakan, gelombang tsunami yag berasal dari gempa Rusia, menerjang beberapa wilayah pesisir pantai.

Tsunami Terjang Beberapa Negara

Menurut laporan televisi NHK, gelombang tsunami menerjang pada pukul 01.00 GMT. Sebelumnya pemerintah setempat sudah mengeluarkan peringatan dini agar penduduk segera menjauh dari pesisir pantai.

Gelombang tsunami kabarnya sampai ke Jepang pada 3 jam ke depan dan memerintahkan kepada warga setempat agar segera mengungsi ke dataran tinggi. Selain Jepang, gelombang tsunami juga nyampai ke Alaska dan Hawaii, wilayah teritorial AS di Guam dan sejumlah pulau di Mikronesia.

Departemen Manajemen Darurat Honolulu menyerukan agar segera melakukan evakuasi kepada masyarakat untuk menghindari gelombang tsunami. Sementara itu pemerintah Rusia sejauh ini masih melakukan pendataan mengenai jumlah korban akibat gempa tersebut. 

Diperkirakan ratusan orang terluka akibat bencana dahsyat itu. Menteri Kesehatan Regional Oleg Melnikov kepada kantor berita pemerintah Rusia TASS menyebutkan, korban luka sudah mendapatkan perawatan.

"Seluruh pasien saat ini dalam kondisi stabil dan sejauh ini tidak ada luka berat,” kata dia.

Sementara itu, gempa susulan masih kerap terjadi. Hal ini mengakibatkan masyarakat mengalami ketakutan dan kecamasan atas terjadinya guncangan meski intensitasnya relatif kecil.

"Intensitasnya perkiraan tidak tinggi. Namun, tidak ada potensi gempa yang lebih kuat dalam waktu dekat. Situasi saat ini berada dalam kendali,” ujarnya.

Komentar

0 komentar untuk Gempa 8,7 Mangitudo Guncang Rusia, Gelombang Tsunami Terjang Jepang dan Hawai!

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.