Dampak Konflik Amerika Serikat dan Israel Terhadap Iran Setelah Memasuki Pekan Ketiga
Konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sudah memasuki pekan ketiga sejak 28 Februari 2026.
Dampak konflik Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran setelah memasuki pekan ketiga telah menewaskan lebih dari 2.000 orang meninggal di seluruh kawasan tersebut. Foto: net/
trustjabar.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sudah memasuki pekan ketiga sejak 28 Februari 2026. Melansir berbagai media internasional, akibat konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di seluruh kawasan. Jumlah pengungsi pun terus meningkat dari waktu ke waktu selama konflik terjadi.
Baca Juga : Empat Negara Ini Lakukan Pengetatan Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
Selain korban jiwa, konflik itu pun telah memicu tingginya harga minyak mentah sebesar 40 persen lebih. Serangan Iran telah hampir menghentikan lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Kebakaran terjadi di fasilitas bongkar muat minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab.
Presiden Donald Trump kepada media di Amerika Serikat mengklaim jika pihaknya pada Sabtu kemarin melakukan serangan tambahan ke Pulau Kharg milik Iran. Trump juga mengaku menolak tawaran kesepakatan dengan Iran dengan alasan persyaratannya belum cukup baik. Meskipun Teheran menandakan keterbukaan bernegosiasi untuk mengakhiri konflik tersebut. Presiden Amerika Serikat itu tetap menuntut agar Iran meninggalkan ambisi nuklirnya.
“Pasukan Amerika Serikat telah menghancurkan total Pulau Kharg, Iran. Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi. Kami menolak tawaran kesepakatan dengan Iran, persyaratannya belum cukup baik,” kata Trump.
Pernyataan Trump itu menyusul laporan serangan Komando Sentral Amerika Serikat pada Jumat kemarin yang menargetkan 90 instalasi militer di Pulau Kharg, Iran. Termasuk lokasi penyimpanan rudal, fasilitas ranjau laut, dan pertahanan udara. Sementara infrastruktur minyak yang luas di pulau tersebut, dibiarkan tetap utuh.
Trump menyerukan negara-negara sekutu untuk mengirimkan kapal perang dalam membantu menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Sebab, jalur laut tersebut biasanya dilalui 20 persen dari pasokan energi fosil dunia.
“Jika Iran atau pihak lain mana pun, melakukan sesuatu mengganggu jalur bebas dan aman bagi kapal-kapal melalui Selat Hormuz. Saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini untuk mengamankan terminal minyak,” tulis Trump dikutip dari unggahannya di Truth Social pada Jumat malam.
Angkatan Laut Amerika Serikat Kawal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz Iran
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada Sky News, Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz. Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan, ekspor minyak dari Pulau Kharg Iran masih berlanjut. Sementara angkatan bersenjata Iran memperingatkan, setiap serangan terhadap infrastruktur minyak dan energi negara itu akan memicu serangan balasan. Sasaran serangan itu terhadap fasilitas-fasilitas milik perusahaan yang bekerja sama dengan Amerika Serikat di kawasan tersebut.Baca Juga : Pyongyang Anggap Serangan AS dan Israel ke Iran Sebagai Tindakan Agresi Ilegal
Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, telah bersumpah terus menutup Selat Hormuz sebagai alat untuk menekan.
Pentagon mengklaim telah mengirimkan kapal penyerangan amfibi USS Tripoli yang membawa sekitar 2.500 marinir ke kawasan tersebut. Dengan pejabat Amerika Serikat dilaporkan sedang membahas kemungkinan merebut Pulau Kharg, Iran. Upaya ini pun menjadi sorotan para analis akan membawa risiko geopolitik dan ekonomi yang sangat besar.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Teheran terbuka terhadap segala inisiatif regional yang mengarah pada penyelesaian perang yang adil. Meski demikian, Araghchi mencatat hingga saat ini belum ada pengajuan proposal spesifik. (trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Dampak Konflik Amerika Serikat dan Israel Terhadap Iran Setelah Memasuki Pekan Ketiga
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.