Kamis, 23 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Teknologi Kesehatan Internasional
Penulis: Cep 20 Feb 2026

AI DeepRare Akhiri Penantian Panjang Pasien Penyakit Langka, Akurasi Lampaui Standar Medis Global

Dunia medis baru saja memasuki era baru, sebuah inovasi AI bernama DeepRare mendadak jadi perbincangan hangat.

AI DeepRare mengakhiri penantian panjang pasien penyakit langka dengan tingkat akurasi diagnosis melampaui standar medis global. Foto: ilustrasi/net

AI DeepRare mengakhiri penantian panjang pasien penyakit langka dengan tingkat akurasi diagnosis melampaui standar medis global. Foto: ilustrasi/net

trustjabar.com - Dunia medis baru saja memasuki era baru, sebuah inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, AI) bernama DeepRare mendadak jadi perbincangan hangat. Hal itu menyusul setelah jurnal Nature mempublikasikan kemampuannya yang fenomenal.

Baca Juga : Robot Humanoid Tiongkok Peragakan Kung Fu di Acara TV Saat Perayaan Imlek

Bukan sekadar program biasa, AI untuk dunia medis ini terbukti mampu mendiagnosis penyakit langka dengan akurasi yang melampaui alat klinis paling canggih saat ini.

Inovasi ini lahir dari tangan dingin tim kolaborasi School of Artificial Intelligence Shanghai Jiao Tong University dan Rumah Sakit Xinhua. Sistem AI DeepRare untuk dunia medis ini, membawa angin segar bagi jutaan pasien yang selama ini terjebak dalam ketidakpastian medis selama bertahun-tahun.

Berbeda dengan AI konvensional yang hanya mencocokkan gejala bak mesin pencari, DeepRare bekerja layaknya seorang dokter ahli. Para peneliti menerapkan alur kerja agentik yang mampu membangun hipotesis awal dan menguji bukti-bukti medis secara mendalam. Selain itu, sistem AI ini juga mampu merevisi kesimpulan sebelum menetapkan diagnosis final.

Pada pengujian data fenotipe, DeepRare mencetak akurasi 57,18 persen lebih unggul hingga 24 poin dari metode terbaik sebelumnya. Saat tim memasukkan data sekuensing genomik, akurasinya meroket hingga 70,6 persen. Angka ini mengalahkan Exomiser, alat analisis genetik standar internasional yang hanya mencapai 53,2 persen.

Hebatnya lagi, DeepRare tidak bekerja secara misterius. Sistem AI ini memberikan alasan medis yang transparan. Para ahli medis bahkan memberikan tingkat kesepakatan hingga 95,4 persen terhadap logika berpikir AI ini. Hal ini pun memecahkan masalah ketidakterbukaan proses AI yang selama ini ditakuti dunia medis.

Sistem AI DeepRare Buka Secercah Harapan Dunia Medis, Jadi Jawaban Penyintas Penyakit Langka

Kehadiran DeepRare menjadi jawaban atas realitas pahit para penyintas penyakit langka. Bayangkan saja, di Tiongkok survei terhadap 20.000 pasien mengungkap bahwa 42 persen pernah mengalami salah diagnosis. Dengan waktu tunggu rata-rata mencapai 4,26 tahun. Kemudian di Eropa, pasien harus menunggu rata-rata 4,7 tahun hanya untuk mengetahui apa yang terjadi pada tubuh mereka.

Kini, lebih dari 600 institusi medis di seluruh dunia telah terdaftar di platform diagnostik online DeepRare sejak Juli 2025. RS Xinhua sudah memulai pengujian internal secara menyeluruh sebelum meresmikan sistem ini sebagai pengawas kualitas diagnosis di seluruh lini rumah sakit.

Baca Juga : Pemberian Vaksin Heksavalen, Inilah Pertimbangan Kemenkes RI

Meski DeepRare menjadi bintang baru, integrasi AI di sektor kesehatan secara umum, masih menyisakan pekerjaan rumah. Sutter Health memang telah menggandeng OpenEvidence untuk menyatukan AI dengan rekam medis elektronik Epic. Hal itu demi membantu dokter mengambil keputusan berbasis data terkini. “Pasien diuntungkan ketika penyedia layanan kesehatan memiliki bukti terkini dan relevan yang terintegrasi dalam pengambilan keputusan klinis,” ujar Dr. Ashley Beecy, chief artificial intelligence officer di Sutter Health. Namun, laporan Nature Digital Medicine mengingatkan bahwa regulasi masih tertinggal jauh di belakang teknologi. Meski FDA telah menyetujui lebih dari 1.240 perangkat medis AI, distribusi teknologi ini belum merata. Fasilitas medis di pedesaan tertinggal 64 persen daripada rumah sakit di kota besar.

Para peneliti menegaskan satu hal, yakni transparansi adalah kunci. Pasien dan dokter berhak mengetahui kapan dan bagaimana sebuah algoritma mengambil keputusan medis yang menentukan hidup seseorang. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk AI DeepRare Akhiri Penantian Panjang Pasien Penyakit Langka, Akurasi Lampaui Standar Medis Global

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.