OJK; Pertumbuhan Ekonomi Perbankan di Jawa Barat Tumbuh Positif
Kantor OJK mencatat industri perbankan di Jawa Barat masih menunjukkan pertumbuhan positif hingga Juli 2025.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Darwisman dalam konferensi persnya menegaskan jika pertumbuhan ekonomi perbankan di Jawa Barat tumbuh positif. Foto: Ghani Rahmat/trustjabar
trustjabar.com - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat mencatat industri perbankan di Jawa Barat masih menunjukkan pertumbuhan positif hingga Juli 2025.
Baca Juga : Mulai 1 Oktober, TBP Lembaga Penjamin Simpanan Turun Jadi 3,50 Persen
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman menjelaskan, sektor perbankan tetap tumbuh sehat meski beberapa sektor mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator utama. Total aset perbankan tumbuh 1,78 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 4,39 persen, dan penyaluran kredit naik 2,79 persen secara tahunan (year on year, YoY). "Risiko kredit juga terjaga. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berada di level 3,58 persen, masih dalam batas aman. Fungsi intermediasi perbankan di Jawa Barat cukup optimal dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 90,80 persen," ungkap Darwisman. Secara nasional, Jawa Barat mencatat penyaluran kredit bank umum sebesar Rp 655 triliun, tumbuh 1,51 persen (YoY). Angka ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Dengan pangsa pasar mencapai 7,87 persen dari total kredit nasional. Dari sisi sektor ekonomi, kredit terbesar terserap ke rumah tangga dengan nilai Rp 429,01 triliun (naik 6,87 persen YoY). Sementara industri pengolahan menyerap Rp 164,03 triliun, meski sedikit menurun 0,19 persen.“Namun sejumlah sektor mengalami kontraksi, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan yang turun 18,04 persen. Serta perdagangan besar dan eceran yang turun 1,90 persen,” tuturnya.
Sebaliknya, sektor real estate dan konstruksi, kata Darwisman, justru tumbuh tinggi masing-masing 16,41 persen dan 12,30 persen dengan rasio NPL rendah. Sehingga menjadi penopang positif di tengah perlambatan.Industri Perbankan di Jawa Barat, Kota Bandung Jadi Penyumbang Terbesar DPK
Darwisman juga menegaskan, Kota Bandung masih menjadi penyumbang terbesar Dana Pihak Ketiga dengan nilai Rp 240,19 triliun (33,30 persen). Kemudian Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kabupaten Karawang. Sedangkan dari sisi kredit, Kabupaten Bekasi menjadi yang terbesar dengan Rp 172,60 triliun. Kemudian ada Kabupaten Bogor, Kota Bandung, dan Kabupaten Karawang.
Baca Juga : Heboh Dugaan Dana Rp 70 Miliar Raib, BCA; Nasabah Tidak Rugi Sepeserpun!
Meski begitu, beberapa daerah di Jawa Barat masih menghadapi tantangan tingginya rasio kredit bermasalah. Kabupaten Cianjur mencatat NPL gross tertinggi 7,72 persen. Selanjutnya Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Bekasi. Perbankan konvensional masih mendominasi Jawa Barat dengan market share aset, DPK, dan kredit di atas 88 persen.Namun, perbankan syariah menunjukkan tren positif dengan porsi kredit mencapai Rp 112 triliun atau 10,97 persen dari total. Besaran itu lebih besar daripada tahun sebelumnya.
Darwisman menegaskan, meski menghadapi perlambatan di beberapa sektor, perbankan Jawa Barat tetap berada pada jalur pertumbuhan yang sehat. Dengan pencapaian ini, ia memproyeksikan Jawa Barat tetap menjadi salah satu episentrum industri jasa keuangan nasional. Sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.
“Fungsi intermediasi berjalan baik, risiko kredit terkendali, dan potensi pertumbuhan di sektor-sektor tertentu masih sangat besar,” ucapnya. (Ghani Rahmat/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk OJK; Pertumbuhan Ekonomi Perbankan di Jawa Barat Tumbuh Positif
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.