IHSG Tembus 8.000, Pasar Modal Pecah Rekor! Investor Asing Serbu Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 8.022,76, dengan kapitalisasi pasar Rp14.377 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 8.022,76, dengan kapitalisasi pasar menembus Rp14.377 triliun. (foto: istimewa)
Hal ini terungkap dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 27 Agustus 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah dinamika global dan domestik.
Baca Juga: Kembali Gelar Festival di Bandung, OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi dan Inklusi Ekonomi Syariah Dengan IHSG menembus level all time high, inflow asing kembali deras, serta jumlah investor domestik yang terus melonjak, pasar keuangan Indonesia di bawah pengawasan OJK menunjukkan ketahanan kuat. Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa prospek ekonomi nasional tetap solid di tengah ketidakpastian global.“Fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan ekspektasi penguatan pasar keuangan global menjadi penopang utama kinerja pasar modal,” jelas Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, Jumat (12/9/2025)
Rekor IHSG Kepercayaan Global pada Prospek Ekonomi Indonesia
Setelah sempat melakukan aksi jual dua bulan sebelumnya, investor asing kembali menunjukkan minatnya. Tercatat inflow sebesar Rp10,96 triliun di Agustus 2025, meskipun secara tahunan masih mencatat net sell Rp50,95 triliun. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif kepercayaan global terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI juga menguat 1,62 persen mtd atau 8,40 persen ytd ke level 425,63. Investor non-resident tercatat memborong SBN dengan net buy Rp18,14 triliun sepanjang Agustus.
Jumlah investor di pasar modal juga melonjak signifikan. Hingga akhir Agustus 2025, total investor mencapai 18,02 juta, naik 21,18 persen (ytd) atau bertambah 3,15 juta investor baru.
Sementara itu, nilai Asset Under Management (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp885,95 triliun, naik 5,80 persen (ytd). Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga naik 10,25 persen (ytd) menjadi Rp550,43 triliun.
Kondisi global turut memberi dorongan. IMF merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2025 menjadi 3,0 persen, sementara WTO memperkirakan perdagangan global tahun ini tumbuh 0,9 persen. Kebijakan fiskal yang akomodatif dan meredanya tensi perang dagang AS dengan negara BRICS juga meningkatkan optimisme pasar.
Meski stabilitas terjaga, OJK tetap memperketat pengawasan. Selama Agustus 2025, OJK menjatuhkan sanksi administratif berupa denda Rp4,03 miliar kepada 10 pihak, serta memberikan perintah dan peringatan tertulis. Secara akumulatif, sejak awal 2025 OJK telah menjatuhkan sanksi administratif senilai lebih dari Rp23,4 miliar di sektor pasar modal. (Ghani Rahmat/trustjabar/R3)
Komentar
0 komentar untuk IHSG Tembus 8.000, Pasar Modal Pecah Rekor! Investor Asing Serbu Indonesia
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.