Bulog Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras ke Negara Tetangga
Perum Bulog menargetkan ekspor beras ke negara-negara Asia Tenggara pada 2026 menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras.
Perum Bulog menargetkan ekspor 1 juta ton beras ke negara tetangga di Asia Tenggara. hal tersebut menyusul keberhasilan Indonesia dalam swasembada beras pada 2025. Foto: istimewa/
trustjabar.com – Perum Bulog menargetkan ekspor beras ke negara-negara Asia Tenggara pada 2026. Langkah ini menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras per 31 Desember 2025.
Baca Juga : Pengamat Logistik Surabaya Soroti Tujuan Pemerintah Bangun 100 Gudang Baru Bulog di Wilayah 3T
Selain menargetkan ekspor beras ke negara-negara Asia Tenggara, Bulog juga menyatakan kesiapan penuh untuk menyalurkan bantuan pangan. Sebanyak 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat tercatat akan memperoleh bantuan pangan tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan rencana tersebut setelah menghadiri Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta pada Sabtu (7/2/2026). Bulog, lanjut ia, mendapat penugasan ekspor sekitar 1 juta ton beras pada tahun ini ke negara-negara tetangga. Seperti Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini menjadi target utama.
“Satu juta (ekspor beras) itu kemana saja (negara)? Yang pertama targetnya adalah negara-negara tetangga kita. Yaitu Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini. Insya Allah terwujud,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Rizal, Bulog juga menerima penugasan menyiapkan pasokan beras bagi jamaah haji Indonesia sebanyak 4 ribu ton tahun ini. Jadwal pengiriman beras ke Arab Saudi sekitar Maret setelah rapat koordinasi terbatas.
“Program ekspor ini dimungkinkan setelah Indonesia mencapai swasembada beras pada 2025. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pada 5 Januari 2026, bahwa Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang 2025,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, stok beras nasional di awal 2026 sebanyak 12,529 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 203 persen dalam dua tahun terakhir. Produksi beras nasional 2025 mencapai 34,71 juta ton dengan surplus 3,52 juta ton.
Selain Ekspor, Bulog Penuhi Kebutuhan Beras Nasional
Dalam kesempatan itu, Rizal juga menegaskan Bulog menyatakan kesiapan penuh menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,2 juta KPM di Indonesia. Jumlah penerima bantuan meningkat 81,9 persen dari program sebelumnya yang hanya menjangkau 18,2 juta KPM. Perluasan cakupan ini menyasar masyarakat desil I sampai IV.
“Kalau kemarin (KPM, red,-) 18 juta, sekarang 30 juta lebih,” ucap Rizal.
Baca Juga : Kenaikan Harga Beras Medium dan Premium, Penjual di Pasar Tradisional di Kabupaten Bandung Terkena Dampak
Demikian halnya juga dengan penyaluran minyak goreng MinyaKita akan tersalurkan untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Setiap keluarga, lanjut ia, mendapat 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan. Atau total 20 kilogram beras yang disalurkan sekaligus.
Selain untuk kebutuhan ekspor, Bulog telah memperkirakan kebutuhan beras mencapai 664.800 ton untuk memenuhi program tersebut. Targetnya, penyaluran akan berlangsung pada pertengahan Maret 2026, bertepatan dengan Ramadan tahun ini dengan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun.
“Estimasi nanti bulan-bulan Maret. Pertengahan Maret lah. Semoga pertengahan Ramadan, sudah tersalurkan untuk meringankan beban masyarakat," ucap Rizal. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Bulog Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras ke Negara Tetangga
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.