Bank Mandiri Targetkan Rp10 Miliar Transaksi Digital di Road to INACRAFT
Bank Mandiri menargetkan transaksi penjualan sebesar Rp10 miliar melalui rangkaian program Road to INACRAFT di Bandung, 14–16 Agustus 2025.
Bank Mandiri Targetkan Rp10 Miliar Transaksi Digital di Road to INACRAFT
trustjabar.com - Bank Mandiri menargetkan transaksi penjualan sebesar Rp10 miliar melalui rangkaian program Road to INACRAFT. Kegiatan bertema “Karya Lokal, Transaksi Digital” ini berlangsung di Kota Bandung, 14–16 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia. Ini pun sekaligus bukti komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif dan mendorong digitalisasi UMKM. Kegiatan berlangsung sepanjang Agustus 2025 di berbagai kota besar.
Kegiatan ini pun menjadi bagian dari persiapan menuju pameran INACRAFT on October Vol. 4 Tahun 2025, sebuah ajang bergengsi karya kriya nasional. Penyelenggara pameran oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dengan sponsor utama Bank Mandiri.
Regional CEO Bank Mandiri Regional VI/Jawa 1, Nila Mayta Dwi Rihandjani menjelaskan melalui Road to INACRAFT, Bank Mandiri mendorong akselerasi pertumbuhan UMKM. Terutama para pengrajin binaan ASEPHI, mereka didorong mampu beradaptasi dengan perubahan pola transaksi masyarakat yang kini semakin digital.
Menurut Nila, Bank Mandiri menyiapkan berbagai solusi keuangan terintegrasi seperti Livin’ by Mandiri, Kartu Debit dan Kartu Kredit Mandiri, perangkat EDC, QRIS, hingga fitur Livin’ Merchant. Hal ini untuk mempermudah pelaku usaha menerima pembayaran dari berbagai kanal, sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Langkah ini selaras dengan misi Bank Mandiri sebagai Main Transaction Banking yang konsisten menghadirkan layanan transaksi yang mudah, cepat, aman, dan dapat diandalkan,” ujar Nila di Bandung, Jumat (15/8/2025).
Baca Juga: Perbankan Jawa Barat Tumbuh Positif, Kredit Tembus Rp 628 Triliun hingga Juni 2025
Bank Mandiri Road to INACRAFT
Rangkaian bazar Road to INACRAFT akan hadir di tiga kota utama, bermula dari Bandung pada 14–16 Agustus 2025, kemudian berlanjut ke Solo pada 20–22 Agustus 2025, dan penutup di Kota Surabaya pada 29–31 Agustus 2025.
Setiap kota menghadirkan pengalaman berbeda dengan nuansa lokal yang kental. Di Bandung, misalnya, pengunjung dapat menemukan berbagai produk kerajinan bergaya etnik hingga modern yang mencerminkan kreativitas khas Jawa Barat.
Tidak hanya belanja, masyarakat juga bisa mengikuti program transaksi menarik, workshop kearifan lokal, serta sesi pembinaan bisnis dari tim Bank Mandiri yang membahas strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga tips mengembangkan usaha di era digital.
“Momentum Hari Kemerdekaan menjadi pengingat pentingnya kemandirian ekonomi bangsa. Melalui Road to INACRAFT, kami berupaya agar UMKM lokal dapat naik kelas melalui digitalisasi transaksi dan perluasan akses pasar. Bersama ASEPHI, kami optimistis kolaborasi ini dapat memperkuat jejaring pelaku usaha kreatif, membuka peluang bisnis yang lebih luas, serta membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing,” jelas Nila.
Selain memberikan panggung bagi pelaku usaha, rancangan program fokus untuk memberikan keuntungan lebih bagi nasabah. Selama periode 14–31 Agustus 2025, nasabah Livin’ by Mandiri berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp35.000 setiap berbelanja di tenant pilihan. Promo ini berlaku di berbagai kota, mulai dari Jabodetabek, Cirebon, Bandung, Semarang, Pekalongan, Yogyakarta, Madura, Malang, Bali, hingga Mataram. Untuk itu, ini memberi peluang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati manfaat transaksi digital Mandiri.
Nila mengungkapkan kehadiran Road to INACRAFT juga menjadi ajang strategis bagi Bank Mandiri untuk memperkuat sinergi dengan komunitas UMKM di berbagai daerah. Melalui program ini, bank tidak hanya mendukung pemasaran produk, tetapi juga melakukan akuisisi tenant potensial, memperluas basis merchant, dan membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Upaya ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menjadi mitra finansial utama bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia. Ia mengaku optimistis bahwa dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif bukan sekadar program jangka pendek, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang dalam memajukan perekonomian nasional.
"Dengan terus mengintegrasikan teknologi, layanan keuangan, dan pendampingan usaha, Bank Mandiri berharap dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang merata,” ujar Nila.
Lonjakan 55 Persen
Sementara itu sampai Mei 2025, Livin’ Merchant terus menunjukkan perannya sebagai solusi andalan bagi para pelaku usaha. Jumlah pengguna terdaftar melonjak 35% dibandingkan bulan Juni 2024, menembus angka 2,7 juta pengguna.
Tren positif ini sejalan dengan pertumbuhan Livin’ by Mandiri yang kian memperluas jangkauan layanan ke masyarakat. Pengguna platform superapp Bank Mandiri tersebut hingga bulan Juni 2025 mencapai 32,8 juta orang. Ini berarti tumbuh 27% jika melhat periode yang sama di tahun 2024.
Ini pun memberi bukti kuat kepercayaan nasabah terhadap layanan digital Bank Mandiri. Nila menambahkan melalui rangkaian kegiatan ini, Bank Mandiri tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga menginspirasi pelaku usaha. Pihaknya terus mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jaringan pemasaran.
"UMKM Indonesia sedianya mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Apalagi saat ini Bank Mandiri telah mendukung lewat teknologi finansial yang andal dan akses pasar yang lebih terbuka," pungkasnya. (R. Ghani/trustjabar/R3)
Komentar
0 komentar untuk Bank Mandiri Targetkan Rp10 Miliar Transaksi Digital di Road to INACRAFT
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.