Minggu, 06 September 2026
Breaking News
STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus
TrustJabar
Ekonomi Daerah Bandung Raya
Penulis: Cep22 Feb 2026

Tawaran Pinjaman Online Terus Mengintai Warga, Ajukan Dana Bergulir Bupati Bandung Susah Cair

Tingginya tren konsumtif dan mahalnya kebutuhan pokok saat Ramadan, membuat sebagian orang mengambil keputusan mengajukan pinjaman online.

Tawaran pinjaman online terus mengintai warga. Foto: ilustrasi/

Tawaran pinjaman online terus mengintai warga. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com – Tingginya tren konsumtif dan mahalnya kebutuhan pokok saat Ramadan, membuat sebagian orang mengambil keputusan mengajukan pinjaman online (pinjol). Terhimpit kebutuhan ekonomi, tawaran pinjol pun kerap menjadi alternatif mencari “dana segar”.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Harga Cabai di Sejumlah Pasar Tradisional di Jawa Barat Mulai Pedas
Dari data OJK, total pinjaman online menjelang Ramadan dan Lebaran pada 2025, menembus angka Rp 80 triliun lebih. Angka tersebut tercatat hingga Februari 2025. Demikian halnya juga di Jawa Barat. Outstanding pinjol pada periode yang sama menembus Rp 20 triliun.

Bahkan, dari data di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terdapat 6.000 perkara perceraian yang didasari pinjol ini. Data tersebut tercatat sepanjang November 2025. Sebagian besar gugatan cerai dari pihak istri dengan alasan masalah ekonomi berkepanjangan. Termasuk menerima tekanan akibat pinjol.

Meski regulator dan pemerintah telah berulang mengingatkan masyarakat tidak menggunakan pinjaman online terutama yang tidak resmi, namun berbeda lagi di lapangan. Kemudahan akses melalui aplikasi telepon pintar, pencairan instan tanpa jaminan, dan tawaran bunga kompetitif, membuat masyarakat mengajukan pinjol. Hal itu pun yang dirasakan seorang warga Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, berinisial TI. Ibu rumah tangga paruh baya ini memutuskan mengajukan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih saat Ramadan. Sebab, kata TI, harga kebutuhan pokok relatif tinggi saat Ramadan. Terlebih penghasilan suaminya yang tidak menentu karena pekerja serabutan. “Iya saya punya pinjol. Saat mau puasa (Ramadan), ada tawaran pinjaman online melalui telepon. Akhirnya, saya memutuskan untuk meminjam,” ucapnya, Minggu (22/2/2026).

Saat itu, lanjut TI, ia mengajukan pinjaman sebesar Rp 2 juta. Uang tersebut ia gunakan untuk kebutuhan dapur. Sebagian lagi ia simpan untuk dana cadangan.

Pun demikian dengan yang dialami warga lainnya, DA (31) yang merupakan pedagang gorengan. Ia mengaku meminjam Rp 3 juta untuk kebutuhan modal usahanya. “Kalau gak seperti ini (pinjaman online) susah cari tambahan modal, terlebih saat momen Ramadan,” tuturnya.

Suara Hati Warga, Harapkan Kemudahan Kredit Resmi Agar tak Terjerat Pinjaman Online

Baik TI maupun DA mengaku sebenarnya tidak mau terjerat utang pinjol. Namun, apa daya jika mengajukan pinjaman resmi ke perbankan terkadang berlarut-larut dan susah. Mereka pun membulatkan tekad mengajukan pinjaman online.
Baca Juga : Pembangunan Jalan Beton Cipelah, Pemkab Bandung Alokasikan Rp 10 Miliar
“Tadinya tidak mau (pinjol). Habisnya mau bagaimana lagi. Kalau mengajukan kredit ke bank, susah. Pengennya ada kemudahan dari pemerintah agar mempermudah kredit,” ucap DA.

Demikian halnya juga TI. Dengan kondisi keuangan keluarganya yang sulit dan penghasilan suaminya yang tak menentu, ia memberanikan diri mengajukan pinjol.

“Kalau seandainya pemerintah mempermudah pengajuak kredit, saya juga mau pinjem. Buat modal usaha biar bisa bantu-bantu suami nambah penghasilan. Saya pernah mengajukan pinjaman bergulir yang dari Pemkan Bandung, tapi sampai saat ini belum ada kabar kapan cairnya. Sedangkan kebutuhan hidup sehari-hari mah enggak bisa ditunda-tunda,” ucap TI. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Tawaran Pinjaman Online Terus Mengintai Warga, Ajukan Dana Bergulir Bupati Bandung Susah Cair

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.