Pemkot Bandung Terus Perkuat Koperasi dan UMKM
Pemerintah Kota Bandung akan mengembangkan koperasi dan usaha kecil mikro menengah (UMKM) yang ada di seluruh kecamatan.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin bersama penggiat koperasi dan UMKM Bandung. (Foto: Istimewa).
Wakil Wali Kota Bandung Erwin menilai peringatan Hari Koperasi Nasional menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat sinergi antara KMP dan koperasi di kota ini.
Baca Juga: Angka Pengangguran Terbuka Kota Bandung Masih Tinggi“Hari ini kami mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. Apalagi dengan adanya KMP di setiap kelurahan, mereka bisa bekerja sama dengan koperasi agar semakin mandiri dan produktif,” ujarnya. Erwin mengatakan itu usai menghadiri kegiatan Hari Koperasi Nasional ke-78 Tingkat Kota Bandung, Jawa Barat, di Balai Sartika Convention Hall, Selasa (7/10/2025).
Saat ini, papar dia, sejumlah KMP di Kota Bandung telah mendapat dukungan modal dari koperasi untuk pengembangan usaha, seperti kuliner dan penjualan kebutuhan bahan pokok. Bahkan, sebagian besar KMP kini sudah bisa mandiri dan mengembangkan usahanya sendiri.
“Tadi ada kerja sama dengan koperasi. KMP ini mendapat modal untuk pembinaan. Sekarang banyak yang sudah mandiri, menjual makanan dan sembako dengan modal sendiri. Karena akses lebih cepat, harga jual mereka juga bisa lebih murah,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Bandung berencana memperluas kolaborasi tersebut dengan mengintegrasikan KMP dan koperasi ke dalam UMKM Center yang akan dibangun di 30 kecamatan. Nantinya di lokasi tersebut bakal terdapat pusat kuliner maupun industri bisnis yang melibatkan koperasi agar sinergi dengan program UMKM.
Langkah Kurangi Angka Pengangguran
Erwin menekankan, tujuan utama dari langkah ini bukan hanya memperkuat ekonomi lokal, namun mengurangi angka pengangguran di Kota Bandung yang saat ini berada di kisaran 7,4 persen.
“Kalau kita ingin menurunkan pengangguran 1 persen, tidak cukup hanya dengan membuka lapangan kerja. Kita perlu mencetak pelaku usaha baru dari masyarakat, terutama dari keluarga kurang mampu,” ucapnya.
Erwin mengklaim, banyak pelaku koperasi dan UMKM di Bandung yang menunjukkan perkembangan pesat setelah mendapat dukungan pelatihan dan akses modal. Oleh karena itu, pihaknya bakal terus mendukung perkembangan pelaku UMKM di Kota Kembang.
Guna memperkuat ekosistem usaha mikro, Pemkot Bandung pun menyiapkan strategi pelatihan bagi para pengelola KMP dan anggota koperasi sebelum mendapatkan bantuan modal.
“Kami ingin agar para pengusaha kecil ini tidak hanya diberi modal, tapi juga mendapat bekal kemampuan digital marketing dan ekonomi kreatif. Jadi, setelah memperoleh pelatihan baru kami bantu modalnya,” tuturnya.
Pihaknya, sambungnya, sedang mendata koperasi yang aktif maupun tidak aktif di seluruh wilayah. Langkah ini penting agar kebijakan pengembangan ekonomi berbasis koperasi bisa lebih tepat sasaran.
“Kami juga ingin koperasi tidak hanya fokus pada simpan pinjam. Tapi berkembang ke bidang lain seperti pengelolaan usaha bersama dan layanan sosial,” paparnya.
Baca Juga: Berantas Praktik Prostitusi Online di Rumah Susun, P3RSI Jawa Barat Dukung Pemkot BandungMelalui penguatan kolaborasi antara KMP, koperasi, dan pelaku UMKM, Pemkot Bandung berharap tercipta ekosistem ekonomi inklusif. Ekosistem tersebut akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari level keluarga.
“Intinya, kami ingin masyarakat Bandung mandiri secara ekonomi. KMP, koperasi, dan UMKM harus jadi motor penggerak bersama untuk menekan pengangguran dan membangun ekonomi keluarga yang tangguh,” pungkasnya. (Avila/trustjabar/R3)
Komentar
0 komentar untuk Pemkot Bandung Terus Perkuat Koperasi dan UMKM
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.