Minggu, 19 April 2026
Breaking News
Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan Dirut PT BDS Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ada Persoalan Serius dalam Tata Kelola dan Pengawasan BUMD Kabupaten Bandung Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan Dirut PT BDS Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ada Persoalan Serius dalam Tata Kelola dan Pengawasan BUMD Kabupaten Bandung Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus
Daerah Bandung Raya
Penulis: Adi 21 Agt 2025

Meski Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Cukup Tinggi, Pemkab Bandung Barat Belum Memiliki Rumah Aman

Hingga saat ini, Pemkab Bandung Barat, belum memiliki rumah aman korban pelecehan seksual termasuk kekerasan pada perempuan dan anak.

Kabid P3A Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rini Haryani. Meski kasus kekerasan perempuan dan anak cukup tinggi, namun hingga saat ini Pemkab Bandung Barat belum memiliki rumah aman untuk korban. Foto: Adi/trustjabar

Kabid P3A Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rini Haryani. Meski kasus kekerasan perempuan dan anak cukup tinggi, namun hingga saat ini Pemkab Bandung Barat belum memiliki rumah aman untuk korban. Foto: Adi/trustjabar

trustjabar.com – Hingga saat ini, Pemkab Bandung Barat, Jawa Barat, belum memiliki rumah aman korban pelecehan seksual termasuk kekerasan pada perempuan dan anak. Akibatnya, penanganan korban tindak kekerasan itu belum maksimal.

Baca Juga : Mengintip Keseruan Lomba Perayaan HUT RI di Sudut Gang Desa Kayuambon Lembang

Kabid P3A pada DP2KBP3A Bandung Barat, Rini Haryani membenarkan hal tersebut kepada awak media mengenai ketersediaan rumah aman korban kekerasan.

“Pemkab Bandung Barat memang hingga kini belum punya rumah aman. Akibatnya, penanganan korban kekerasan kepada perempuan dan anak belum maksimal," kata Rini, Kamis (21/8/2025).

Ia menuturkan, rumah aman yang ada saat ini hanya berfungsi sebagai tempat assessment korban kekerasan pada perempuan dan anak. Ia menilai, rumah aman itu belum memadai menjadi tempat perlindungan sementara bagi para korban. Apalagi kondisinya masih mengontrak. Padahal kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Bandung Barat cukup tinggi. Terhitung sejak Januari sampai Agustus 2025, terjadi 62 kasus.

Rinciannya, 34 kasus kekerasan pada anak, 12 kasus kekerasan terhadap perempuan, dan 16 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selama ini, para korban yang perlu penanganan lebih lanjut mereka titipkan ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak  Jawa Barat.

Selain ke UPT PPA, ada juga yang mereka titipkan ke lembaga sosial masyarakat, lembaga pendidikan, dan keagamaan. Lembaga-lembaga sosial itu yang sudah menjalin kerja sama dengan Pemkab Bandung Barat.

Tahun Depan, Pemkab Bandung Barat Bangun Rumah Aman Korban Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Rini mengatakan, pihaknya menargetkan pada tahun depan sudah terbangun rumah aman di Bandung Barat. Pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan di daerah Cijamil, Kecamatan Ngamprah seluas 1.140 meter persegi.

Baca Juga : PJU di Kawasan Perbatasan Bandung Barat dan Cimahi Minim Jadi Rawan Tindak Kriminal

"Pemkab Bandung Barat menyiapkan lahannya (rumah aman). Sedangkan untuk anggaran pembangunannya, bersumber dari pemerintah pusat," ucapnya.

Rencananya, rumah aman untuk korban kekerasan pada perempuan dan anak di Bandung Barat ini terdiri dari 2 kamar untuk penghuni. Kemudian ada ruangan kantor dan ruang administrasi. Sementara sisa lahan yang belum terbangun untuk kegiatan bercocok tanam, peternakan, dan perikanan.

Tujuannya, kata Rini, agar korban kekerasan selama tinggal di rumah aman bisa lebih berkreasi dan ada aktivitas yang bermanfaat. Rini berharap, rumah aman korban kekerasan pada perempuan dan anak ini bisa menjadi tempat aman dan nyaman bagi para korban. (Adi)

Komentar

0 komentar untuk Meski Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Cukup Tinggi, Pemkab Bandung Barat Belum Memiliki Rumah Aman

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.