Meski Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Cukup Tinggi, Pemkab Bandung Barat Belum Memiliki Rumah Aman
Hingga saat ini, Pemkab Bandung Barat, belum memiliki rumah aman korban pelecehan seksual termasuk kekerasan pada perempuan dan anak.
Kabid P3A Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rini Haryani. Meski kasus kekerasan perempuan dan anak cukup tinggi, namun hingga saat ini Pemkab Bandung Barat belum memiliki rumah aman untuk korban. Foto: Adi/trustjabar
trustjabar.com – Hingga saat ini, Pemkab Bandung Barat, Jawa Barat, belum memiliki rumah aman korban pelecehan seksual termasuk kekerasan pada perempuan dan anak. Akibatnya, penanganan korban tindak kekerasan itu belum maksimal.
Baca Juga : Mengintip Keseruan Lomba Perayaan HUT RI di Sudut Gang Desa Kayuambon Lembang
Kabid P3A pada DP2KBP3A Bandung Barat, Rini Haryani membenarkan hal tersebut kepada awak media mengenai ketersediaan rumah aman korban kekerasan.
“Pemkab Bandung Barat memang hingga kini belum punya rumah aman. Akibatnya, penanganan korban kekerasan kepada perempuan dan anak belum maksimal," kata Rini, Kamis (21/8/2025).
Ia menuturkan, rumah aman yang ada saat ini hanya berfungsi sebagai tempat assessment korban kekerasan pada perempuan dan anak. Ia menilai, rumah aman itu belum memadai menjadi tempat perlindungan sementara bagi para korban. Apalagi kondisinya masih mengontrak. Padahal kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Bandung Barat cukup tinggi. Terhitung sejak Januari sampai Agustus 2025, terjadi 62 kasus.
Rinciannya, 34 kasus kekerasan pada anak, 12 kasus kekerasan terhadap perempuan, dan 16 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selama ini, para korban yang perlu penanganan lebih lanjut mereka titipkan ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Jawa Barat.
Selain ke UPT PPA, ada juga yang mereka titipkan ke lembaga sosial masyarakat, lembaga pendidikan, dan keagamaan. Lembaga-lembaga sosial itu yang sudah menjalin kerja sama dengan Pemkab Bandung Barat.
Tahun Depan, Pemkab Bandung Barat Bangun Rumah Aman Korban Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Rini mengatakan, pihaknya menargetkan pada tahun depan sudah terbangun rumah aman di Bandung Barat. Pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan di daerah Cijamil, Kecamatan Ngamprah seluas 1.140 meter persegi.
Baca Juga : PJU di Kawasan Perbatasan Bandung Barat dan Cimahi Minim Jadi Rawan Tindak Kriminal
"Pemkab Bandung Barat menyiapkan lahannya (rumah aman). Sedangkan untuk anggaran pembangunannya, bersumber dari pemerintah pusat," ucapnya.
Rencananya, rumah aman untuk korban kekerasan pada perempuan dan anak di Bandung Barat ini terdiri dari 2 kamar untuk penghuni. Kemudian ada ruangan kantor dan ruang administrasi. Sementara sisa lahan yang belum terbangun untuk kegiatan bercocok tanam, peternakan, dan perikanan.
Tujuannya, kata Rini, agar korban kekerasan selama tinggal di rumah aman bisa lebih berkreasi dan ada aktivitas yang bermanfaat. Rini berharap, rumah aman korban kekerasan pada perempuan dan anak ini bisa menjadi tempat aman dan nyaman bagi para korban. (Adi)
Komentar
0 komentar untuk Meski Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Cukup Tinggi, Pemkab Bandung Barat Belum Memiliki Rumah Aman
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.