Selasa, 21 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Daerah Bandung Raya
Penulis: Cep 24 Des 2025

Kuota Haji Kabupaten Bandung 2026 Turun Drastis Jadi 430 Semula 2500 Orang

Polemik adanya kuota haji Jawa Barat 2026, turut menjadi perhatian IPHI Kabupaten Bandung. Kuota haji di Kabupaten Bandung menjadi 430 orang.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji (PD IHPI) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, H Sugianto (berdiri) saat memberikan sambutan dalam Rakerda PD IPHI Kabupaten Bandung di Soreang, Rabu (24/12/2025). Adanya pengurangan kuota haji Jawa Barat 2026, menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Rakerda PD IPHI Kabupaten Bandung 2025. Foto: cep/trustjabar

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji (PD IHPI) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, H Sugianto (berdiri) saat memberikan sambutan dalam Rakerda PD IPHI Kabupaten Bandung di Soreang, Rabu (24/12/2025). Adanya pengurangan kuota haji Jawa Barat 2026, menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Rakerda PD IPHI Kabupaten Bandung 2025. Foto: cep/trustjabar

trustjabar.com – Polemik adanya kuota haji Jawa Barat 2026 yang berkurang, turut menjadi perhatian Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Bandung. Akibatnya, terjadi juga pengurangan kuota keberangkatan di Kabupaten Bandung.

Sebagai informasi, saat ini jumlah kuota haji Kabupaten Bandung 2026 mencapai berkurang cukup drastis menjadi 430 orang yang semula mencapai 2500 orang.

Baca Juga : Reshuffle Menteri Kabinet Merah Putih, Prabowo Rombak Lima Kementerian

Ketua PD IPHI Kabupaten Bandung H Sugianto mengakui, kuota haji Kabupaten Bandung turut terdampak akibat penyamarataan daftar tunggu tersebut. Saat ini, daftar tunggu haji Jawa Barat rata-rata menjadi 26 tahun.

“Tentunya dengan daftar tunggu kuota haji Jawa Barat menjadi rata-rata 26 tahun ini menjadi dampak yang luar biasa, termasuk bagi calon jamaah haji Kabupaten Bandung. Kami menerima berbagai keluhan dari para calon jamaah haji yang terpaksa harus menunggu lebih lama lagi,” ungkap Sugianto, Rabu (24/12/2025).

Hal tersebut ia ungkapkan di sela-sela Rapat Kerja Daerah IPHI Kabupaten Bandung 2025 di Soreang. Turut pula hadir Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bandung, Dudi Suryadharma dan ketua IPHI kecamatan se-Kabupaten Bandung.

Sugianto menuturkan, IPHI Kabupaten Bandung saat ini sedang menunggu keputusan bagaimana kebijakan daftar tunggu ini bisa lebih adil untuk seluruh masyarakat. Sebab, IPHI Kabupaten Bandung juga mengaku prihatin kepada para calon jamaah haji yang sudah mempersiapkan diri yang kemudian terpaksa menunggu lebih lama lagi.

“Oleh karenanya, mudah-mudahan nanti menjadi bahan masukan kepada Kementerian Haji dan Umrah terkait dengan posisi kuota. Ini mudah-mudahan kemudian ada kebijakan baru. Kita masih berharap bahwa masih diperjuangkan kaitan dengan pemenuhan kuota yang ada,” ujarnya.

Meskipun demikian, IPHI Kabupaten Bandung sangat menghormati terkait kebijakan Kementerian Haji dan Umroh daftar tunggu kuota haji Jawa Barat ini.

Sugianto mengaku, pihaknya sengaja mengundang Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bandung dalam rakerda tersebut. Ia berharap, dengan hadirnya pihak kantor kementerian haji dan umroh ini bisa menjelaskan terkait kebijakan tersebut.

“Kita turut mengundang Kementerian Haji Umroh Kabupaten Bandung. Tentunya dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat. Salah satunya, di forum ini kita juga ingin memberikan penjelasan lebih detail kepada pimpinan cabang IPHI se-Kabupaten Bandung. Supaya kita paham dan bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang keberadaan keputusan tentang kuota haji ini,” ujarnya.

Penjelasan Kemenhaj Kabupaten Bandung Terkait Kuota Haji

Dalam kesempatan itu, Sugianto pun mengharapkan dengan adanya kebijakan baru tentang daftar tunggu haji ini ada kebijakan win-win solution untuk masyarakat Kabupaten Bandung. Sehingga, lanjut Sugianto, ada sebuah kebijakan agar pada 2026, calon jamaah haji Kabupaten Bandung saat ini bisa berangkat menunaikan ibadah haji.

Baca Juga : Meski Tanpa Intervensi Pemerintah, Somasi Kabupaten Bandung Gandeng Pelajar Edukasi Pelestarian Lingkungan

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bandung, Dudi menjelaskan, memang saat ini terjadi riuh mengenai kuota haji ini. Ia mengungkapkan, penetapan kuota haji mengacu pada Undang-undang 14 Tahun 2025.

“Ada tiga kriteria untuk kuota haji ini. Pertama, berdasarkan penduduk dan penduduk muslim. Kedua, penentuan kuota haji berdasarkan daftar tunggu atau jumlah pendaftar. Terakhir yaitu kombinasi dari poin pertama dan kedua,” ujar Dudi.

Pemerintah, kata Dudi, memutuskan mengambil kriteria kedua untuk penentuan kuota haji ini, yakni berdasarkan jumlah pendaftar.

“Sebenarnya Jawa Barat ini diuntungkan dengan keputusan ini. Saat ini kuota haji Jawa Barat mencapai 38 ribu orang. Jika kuota kita ingin bertambah, maka tentunya harus ada peningkatan jumlah pendaftar haji. Termasuk di Kabupaten Bandung,” ungkap Dudi. (cep/trustjabar.com/R1)

Komentar

0 komentar untuk Kuota Haji Kabupaten Bandung 2026 Turun Drastis Jadi 430 Semula 2500 Orang

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.