Rabu, 22 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Daerah Bandung Raya Kesehatan
Penulis: Cep 24 Feb 2026

Farhan Akui 27 Persen Rumah Warga di Kota Bandung Belum Memiliki Septic Tank

Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Muhammad Farhan mengakui hingga saat ini masih ada 27 persen rumah warga belum memiliki septic tank.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui hingga saat ini masih ada 27 persen rumah warga di Kota Bandung yang belum memiliki septic tank. Foto: dok. Diskominfo Pemkot Bandung

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui hingga saat ini masih ada 27 persen rumah warga di Kota Bandung yang belum memiliki septic tank. Foto: dok. Diskominfo Pemkot Bandung

trustjabar.com – Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Muhammad Farhan mengakui hingga saat ini masih ada 27 persen rumah warga belum memiliki septic tank. Akibatnya, hal itu dapat memicu penyakit diare bahkan hingga stunting.

Baca Juga : Persoalan Sengketa Lahan Bandung Zoo, Publik Pertanyakan Hal Ini!

“Akibat belum memiliki septic tank, limbah rumah tangga masih dibuang langsung ke aliran sungai. Tentunya kondisi ini memicu tingginya diare yang berkontribusi pada gagal tumbuh kembang (stunting),” ungkap Farhan dalam keterangan resminya.

Farhan menegaskan, ia mendapatkan masih adanya rumah warga di Kota Bandung yang belum memiliki septic tank ini dari hasil pemantauan Siskamling. Selaras dengan data Siskamling, Layanan Catatan Informasi Rukun Warga atau Laci RW pun menyimpulkan demikian.

Menurut Farhan, persoalan masih banyaknya rumah warga yang belum memiliki septic tank ini bukanlah perkara sederhana. Banyak rumah di gang padat penduduk, memiliki toilet yang langsung menghadap ke sungai.

“Untuk memindahkan saluran septic tank komunal di depan rumah, masyarakat membutuhkan biaya sekitar lima juta rupiah. Besaran biaya ini, bagi sebagian warga cukup memberatkan,” ujarnya.

Menyikapi masih banyaknya rumah warga yang belum memiliki septic tank, Farhan mengaku, saat ini Pemkot Bandung sedang mengembangkan inovasi biotank. Dengan inovasi ini, lanjut ia, mampu menekan biaya menjadi Rp 15 juta. Berbeda halnya dengan konsep septic tank komunal yang menelan biaya hingga Rp 21 juta untuk 3 hingga 5 rumah.

“Biotank ini tidak perlu disedot secara rutin. Karena menggunakan cairan pengurai. Harga cairan pengurai ini pun relatif murah, sekitar Rp 60 ribu per tiga bulan,” katanya.

Wali Kota Bandung Tegaskan Septic Tank Komunal Tidak Cemari Sumur Warga

Dalam kesempatan itu, Farhan juga menegaskan keberadaan septic tank komunal di permukiman tidak mencemari sumur. Pengaplikasian septic tank komunal ini cocok untuk lingkungan padat penduduk.

Baca Juga : Farhan Dorong Penguatan Pelaku UMKM dan Revitalisasi Pasar di Kota Bandung

“Septic tank komunal merupakan septic tank yang digunakan oleh beberapa hunian warga dalam satu lingkungan. Pengaplikasian septic tank ini cocok untuk lingkungan tempat tinggal dengan jarak berdekatan. Justru dengan ini, bisa menjaga kebersihan sungai dan juga sumber air di lingkungan,” katanya.

Sebagai informasi, pada masa kepemimpinan Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Pemkot Bandung terus berupaya mempercepat program Open Defecation Free (ODF) di 151 kelurahan. Hingga 3 November 2022, program tersebut sudah mencapai 61 persen atau sudah menyentuh 93 kelurahan. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Farhan Akui 27 Persen Rumah Warga di Kota Bandung Belum Memiliki Septic Tank

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.