Selasa, 21 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Daerah Bandung Raya Kesehatan
Penulis: Adi 14 Okt 2025

Dugaan Keracunan Kembali Terjadi di Bandung Barat, Kini Terjadi di SMPN 1 Cisarua

Sebanyak 54 siswa SMPN 1 Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan menu MBG, Selasa (14/10/2025).

Beberapa siswa di SMPN 1 Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, yang diduga mengalami gejala keracunan sedang menjalani perawatan medis. Orang tua yang khawatir, turut melihat kondisi anaknya yang sedang mendapat perawatan tersebut. Foto: Adi/trustjabar

Beberapa siswa di SMPN 1 Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, yang diduga mengalami gejala keracunan sedang menjalani perawatan medis. Orang tua yang khawatir, turut melihat kondisi anaknya yang sedang mendapat perawatan tersebut. Foto: Adi/trustjabar

trustjabar.com - Sebanyak 54 siswa SMPN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (14/10/2025). Pihak sekolah mengaku, saat ini para korban sudah mendapat perawatan medis.

Baca Juga : Awasi Pelaksanaan Program MBG, Pemerintah Kota Bandung Terjunkan Tiga Dinas Sekaligus

"Ada 54 siswa di SMPN 1 Cisarua yang terdata mengalami gejala keracunan. Mereka sudah yang kami rujuk ke rumah sakit dan puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis," kata Kepala SMPN 1 Cisarua, Agus Solihin.

Menurutnya, keracunan ini berawal saat sekolahnya mendapatkan menu MBG sekitar 1.300 paket sekitar pukul 9.00 WIB. Akan tetapi, kata Agus, hal yang tidak terduga muncul ketika banyak siswa mengeluhkan gejala keracunan makanan sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu siswa mengeluhkan seperti mual, pusing, dan muntah-muntah.

Pihaknya lalu berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok menu MBG. Pihak SMPN 1 Cisarua pun, lanjut ia, langsung menghubungi puskesmas untuk melakukan penanganan terhadap siswa yang mengalami gejala keracunan.

Saat itu, kata Agus, ada tiga ruangan yang menjadi tempat penampungan dan penanganan sementara siswa bergejala keracunan. Mulai dari laboratorium komputer, ruang multimedia, dan satu ruangan kelas.

"Ada juga siswa yang harus dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," ucapnya.

Dugaan Awal Siswa SMPN 1 Cisarua Alami Gejala Keracunan Gegara Konsumsi Ini!

Seorang guru SMPN 1 Cisarua, M Fakhmi Nurdiansyah merinci menu makanan yang dibagikan kepada siswa. Di antaranya berupa satu porsi nasi, sepotong ayam, sayur, dan potongan buah melon. Dugaan sementara, pemicu gejala keracunan berasal dari ayam yang telah basi karena tercium bau tidak sedap.

Baca Juga : Banyak Korban Keracunan, Sejumlah Kalangan di Jawa Barat Desak Program MBG Dihentikan

"Siswa SMPN 1 Cisarua banyak yang mengeluh keracunan seperti mual hingga pusing, dugaannya dari ayam yang sudah basi," tuturnya.

Sebenarnya, kata Fakhmi, adanya menu MBG basi sempat terdeteksi oleh guru dari sekolah lain yang bersumber dari SPPG yang sama. Akan tetapi, lanjut ia, anak didiknya sudah terlanjur mengonsumsi menu MBG tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan asal SPPG tersebut.

"Kami sempat dapat info dari sekolah lain ada menu MBG yang basi dan SPPG-nya sama," ucapnya. (Adi/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Dugaan Keracunan Kembali Terjadi di Bandung Barat, Kini Terjadi di SMPN 1 Cisarua

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.