Dana Bansos Digunakan untuk Judol, Dedi Mulyadi akan Cabut Penerima Bantuan
Penerima Bantuan Sosial (Bansos) di Jawa Barat menjadi sorotan karena dana dari pemerintah diduga untuk bermain judi online (Judol).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan memvalidasi data kembali oleh dinas terkait agar penerima bansos tidak salah sasaran. Foto: ist/
trustjabar.com - Penerima Bantuan Sosial (Bansos) di Jawa Barat menjadi sorotan karena dana dari pemerintah diduga untuk bermain judi online (Judol). Hal ini berdasarkan laporan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, usai pertemuan dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), di Jakarta, Kamis (8/8/2026) kemarin.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan memvalidasi data kembali oleh dinas terkait agar penerima bansos tidak salah sasaran.
“Saya kan sering berulang-ulang bicara bahwa sudah selayaknya ada survei dan pendataan ulang terhadap penerima bansos. Kalau digunakan judi online berarti kan penerima bansos usianya muda dan usia produktif,” ujar Dedi.
Baca Juga: Serangan Digital terhadap Neni Nur Hayati: LBH Muhammadiyah Desak Pemprov Jabar Bertanggung Jawab
Dedi mengharapkan bansos mempriorotaskan untuk masyarakat betul-betul membutuhkannya. Dengan kriteria khusus penyaluran bansos pad anak yatim, lanjut usia dan orang yang menderita sakit permanen.
Selain itu, lanjut Dedi, apabila masih masyarakat menemukan penyalahgunaan bantuan sosial, apalagi untuk judol online. Dia meminta agar bansos penyalurannya.
"Hentikan bantuannya! karena apa? Karena kita sudah memperkaya judol. Tujuannya bansos itu kan menyelesaikan problem kemiskinan. Jadi uang negara masuk ke rekeningnya judol kejahatan," tegasnya.
Sebaran Penerima Bansos untuk Judol
Menteri Sosial, (Mensos), Saifullah Yusuf menyebut berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan, Jawa Barat menjadi provinsi tertinggi yang teridentifikasi penerima bansos bermain judol selama semester pertama 2025.
“Jawa Barat ada 49.431 orang pemain judi online dengan transaksi senilai Rp199 miliar,” katanya.
Saifullah memaparkan setelah Jawa Barat ada juga di Jawa Tengah sebanyak 18.363 penerima bansos menjadi pemain judol senilai Rp83 miliar, serta Jawa Timur dengan 9.771 penerima bansos main judol dengan nilai transaksi Rp53 miliar. Provinsi Jakarta sebanyak 7.717 orang dengan nilai Rp36 miliar, Banten sebanyak 5.317 orang dengan nilai Rp25 miliar. Sedangkan Lampung sebanyak 5.039 orang dengan nilai Rp18 miliar.
Sementara pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor mencatat jumlah tertinggi dengan 5.497 orang dengan nilai transaksi Rp22 miliar. Selanjutnya Kota Surabaya sebanyak 1.816 orang dengan nilai transaksi Rp9 miliar, dan Jakarta Pusat sebanyak 1.754 orang dengan nilai transaksi Rp9 miliar. (Abbas/trustjabar/R3)
Komentar
0 komentar untuk Dana Bansos Digunakan untuk Judol, Dedi Mulyadi akan Cabut Penerima Bantuan
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.