Minggu, 06 September 2026
Breaking News
STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus
TrustJabar
Daerah Bandung Raya Pojok Lingkungan
Penulis: Adi01 Okt 2025

Banjir Terjang Cikole Bandung Barat, Warga Tuding Marak Alih Fungsi Lahan

Warga Kampung Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengeluhkan banjir yang kini sering merendam wilayahnya.

Seorang pengendara menerobos derasnya arus banjir yang terjadi di Pasar Ahad, Cikole, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Warga mengaku baru kali ini banjir menerjang kawasan itu. Warga menuding penyebab banjir lantaran maraknya alih fungsi lahan di kawasan hulu. ist/

Seorang pengendara menerobos derasnya arus banjir yang terjadi di Pasar Ahad, Cikole, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Warga mengaku baru kali ini banjir menerjang kawasan itu. Warga menuding penyebab banjir lantaran maraknya alih fungsi lahan di kawasan hulu. ist/

trustjabar.com - Warga Kampung Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengeluhkan banjir yang kini sering merendam wilayahnya. Padahal, sebelumnya wilayah mereka belum pernah terjadi banjir meski hujan deras turun. Tak hanya merendam rumah, banjir juga meluap ke jalan sehingga mempercepat kerusakan aspal.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem, BPBD Cimahi Minta Warga Waspada Bencana Banjir dan Longsor

Seperti pada Senin (29/9/2025) sore, hujan deras mengakibatkan permukiman di wilayah Cikole terendam banjir dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter.

"Rumah saya posisinya paling tinggi, kebanjiran juga,” keluh salah seorang warga Cikole RT 05/07, Tanti, Rabu (1/10/2025).

Banjir juga terjadi di sekitar Pasar Ahad, Lembang. Luapan air yang menyerupai aliran sungai menggenangi jalan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas dari arah Subang menuju Lembang terganggu. Aspal jalan pun ikut terkikis derasnya air, sehingga menambah kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.

Seorang warga bernama Dani Rajiban (25), dilaporkan terluka parah akibat material batu yang terbawa derasnya arus air.

"Kalau pemerintah tidak tanggap mengatasi banjir seperti ini, kerusakannya bisa lebih parah lagi," ungkap warga Cikole lainnya, Sujud.

Pembangunan Sporadis Jadi Penyebab Banjir di Cikole

Sujud menduga, fenomena banjir ini erat kaitannya dengan semakin maraknya pembangunan kafe, restoran, dan tempat wisata. Selain itu, kata ia, saat ini banyak sekali lokasi camping ground di kawasan hutan resapan Cikole.

Baca Juga : Cuaca Hujan Ekstrem Intai Wilayah Barat Indonesia, BNPB Berikan Warning Antisipasi Bencana

Pembangunan yang massif, kata ia, mengurangi daya serap tanah. Sehingga, lanjut Sujud, ketika hujan deras turun, air langsung meluap ke pemukiman warga Cikole dan terjadi banjir. Alih fungsi lahan di kawasan tersebut menyebabkan air hujan tidak tertampung.

"Air dengan cepat masuk ke rumah sampai menggenangi seluruh ruangan. Saya terpaksa mengangkat barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan," tuturnya.

Ia menyayangkan, hingga kini Pemkab Bandung Barat belum menunjukkan langkah nyata untuk menanggulangi masalah banjir ini, khususnya di Cikole. Padahal kerugian material sangat besar mengingat banjir sudah berulang kali dialami masyarakat.

“Apakah harus menunggu korban jiwa dulu baru pemerintah bergerak? Ini persoalan serius yang bisa mengancam nyawa," tuturnya. (Adi/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Banjir Terjang Cikole Bandung Barat, Warga Tuding Marak Alih Fungsi Lahan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.