Kamis, 22 Oktober 2026
Breaking News
Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026
TrustJabar
Ekonomi Daerah Bandung Raya
Penulis: Ghani17 Sep 2025

Atasi Krisis, OJK Jawa Barat Suntik Modal Rp 1 Triliun untuk Peternak Sapi Perah

OJK Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menjalin sinergi strategis guna memperkuat permodalan peternak sapi perah.

Peternakan sapi perah di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Untuk mengatasi krisis, OJK Jawa Barat akan menyuntikan modal Rp 1 Triliun untuk peternak sapi perah. Foto: Ghani Rahmat/trustjabar

Peternakan sapi perah di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Untuk mengatasi krisis, OJK Jawa Barat akan menyuntikan modal Rp 1 Triliun untuk peternak sapi perah. Foto: Ghani Rahmat/trustjabar

trustjabar.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menjalin sinergi strategis guna memperkuat permodalan peternak sapi perah. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga : Peroleh Kucuran Dana Rp 200 Triliun, BTN Bidik Pertumbuhan Kredit Perumahan 10 Persen

OJK bersama Pemprov Jabar dan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Barat, berkomitmen mendorong penyaluran kredit perbankan khusus untuk sub sektor sapi perah. Tidak tanggung-tanggung, penyaluran kredit itu hingga mencapai Rp 1 triliun.

“Dengan kerja sama ini, kami berharap kredit perbankan bagi peternak sapi perah meningkat signifikan. Potensinya mencapai Rp1 triliun, dan kami tetap menjaga prinsip kehati-hatian,” ujar Kepala OJK Jabar, Darwisman, Rabu (17/9/2025),

Ia mengungkapkan hal tersebut dalam acara Sarasehan dan Penandatanganan Nota Kesepahaman di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.

Saat ini, Jawa Barat menghadapi kekurangan populasi sapi perah akibat dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) 2022. Dari kebutuhan 35 ribu ekor, baru tersedia sekitar 14 ribu ekor. Akibatnya, produksi susu hanya 239 ribu ton per tahun. Kuantitas itu masih jauh di bawah kebutuhan masyarakat Jawa Barat sebanyak 336 ribu ton.

Kejar Target Ambisius, Pemerintah Siapkan Kuota Ekspor 3500 Sapi Perah

Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman menegaskan target ambisius pemerintah provinsi. Dalam dua tahun, lanjut ia, Jawa Barat harus jadi produsen susu terbesar di Indonesia.

Baca Juga : Suntikan Dana Rp200 Triliun dari Pemerintah Bisa Jadi Mesin Baru Pemulihan Ekonomi

“Pengembangan sapi perah ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal ketahanan pangan dan kemandirian daerah,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah juga menyiapkan kuota impor 3.500 sapi perah pada 2025, senilai Rp 157,5 miliar. Perbankan pun turut serta, di antaranya Bank BJB dan BRI, dengan fokus membiayai penyediaan bibit, pakan, hingga pemasaran.

"Program ini juga akan terintegrasi dengan Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga susu lokal memiliki pasar yang terjamin. Harapannya, pendapatan peternak meningkat, konsumsi gizi masyarakat terpenuhi, dan Jawa Barat benar-benar menjadi pusat industri susu nasional," ucapnya. (Ghani Rahmat/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Atasi Krisis, OJK Jawa Barat Suntik Modal Rp 1 Triliun untuk Peternak Sapi Perah

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.