Jumat, 23 Oktober 2026
Breaking News
Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026
TrustJabar
Daerah Bandung Raya
Penulis: Vil28 Okt 2025

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Patroli 24 Jam

Pemkot Bandung, Jawa Barat, melakukan patroli 24 jam di titik rawan menghadapi potensi cuaca ekstrem seiring tingginya intensitas hujan.

Wali Kota Bandung, M Farhan menegaskan, Pemkot Bandung terus melakukan upaya antisipasi dalam memitigasi bencana cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: ist/

Wali Kota Bandung, M Farhan menegaskan, Pemkot Bandung terus melakukan upaya antisipasi dalam memitigasi bencana cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: ist/

trustjabar.com - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, melakukan patroli 24 jam titik rawan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Selain itu, Pemkot Bandung juga bakal memperbaiki berbagai saluran air serta tanggul di sejumlah titik rawan tersebut.

Baca Juga : Pemkot Bandung Terus Upayakan Atasi Persoalan Banjir

Pemkot Bandung mengklaim, upaya tersebut bentuk antisipasi terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang yang mulai marak terjadi di wilayah Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengemukakan, dalam beberapa hari terakhir sejumlah kejadian hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Seperti longsor dan pohon tumbang terjadi di berbagai kawasan, terutama di daerah yang berada di tepi sungai.

“Saya sudah membaca berbagai laporan di Kota Bandung. Setiap hari, sejak tiga hari terakhir, terjadi longsor. Terutama di pemukiman yang ada di sempadan sungai,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Selasa (28/10/2025).

Farhan mengatakan, kondisi cuaca ekstrem tersebut bukan hanya terjadi di Kota Bandung, melainkan juga terjadi di berbagai daerah lain. Bahkan, BMKG pun telah memprediksi kejadian ini.

“Fenomena ini terjadi di seluruh Indonesia. Karena itu, kami melakukan patroli 24 jam tanpa henti dan memperbaiki semua tali-tali air. Saat ini yang paling bisa kita lakukan adalah memastikan semua saluran dan pembuangan air berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Mitigasi Bencana Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Lakukan Upaya Ini!

Upaya pembersihan dan perbaikan saluran air, kata Farhan, sebenarnya telah Pemkot Bandung lakukan sejak Maret lalu. Terutama ketika intensitas hujan tinggi terjadi bertepatan saat Ramadan. Saat itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung melakukan normalisasi berbagai saluran air untuk mencegah genangan.

Menurutnya, tantangan terbesar saat terjadi cuaca ekstrem di wilayah Kota Bandung. Tantangan itu adalah tingginya tingkat erosi di kawasan pegunungan sekitar Bandung, seperti Gunung Tangkuban Parahu dan Manglayang. Kondisi ini menyebabkan sedimentasi atau pengendapan tanah di saluran air kota meningkat tajam.

Baca Juga : Antispasi Musim Hujan, OPD Kota Bandung Harus Tingkatkan Koordinasi

“Tingkat erosi dari daerah pegunungan luar biasa tinggi, sehingga sedimentasi di saluran pembuangan Kota Bandung cukup besar. Akibatnya, saat hujan deras turun, air dari hulu mengalir deras ke Bandung. Akibatnya menyebabkan beberapa tanggul jebol, kirmir rusak, serta tanah longsor,” ungkapnya.

Farhan menegaskan, saat ini fokus utama Pemkot Bandung saat tingginya intensitas hujan akibat cuaca ekstrem. Hal tersebut adalah memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi. Penanganan cepat di lapangan, lanjut Farhan, pihaknya perlu melakukan perbaikan tanggul dan saluran yang jebol. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor bila menemukan potensi bahaya.

“Kami langsung perbaiki yang bisa kita selesaikan, terutama yang membahayakan warga. Kita semua harus siaga pisan. Cuaca ekstrem ini belum berakhir," ungkap Wali Kota Bandung itu. (Vil/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Patroli 24 Jam

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.