Rabu, 22 Juli 2026
Breaking News
Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional
TrustJabar
Daerah Bandung Raya
Penulis: Vil28 Okt 2025

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Patroli 24 Jam

Pemkot Bandung, Jawa Barat, melakukan patroli 24 jam di titik rawan menghadapi potensi cuaca ekstrem seiring tingginya intensitas hujan.

Wali Kota Bandung, M Farhan menegaskan, Pemkot Bandung terus melakukan upaya antisipasi dalam memitigasi bencana cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: ist/

Wali Kota Bandung, M Farhan menegaskan, Pemkot Bandung terus melakukan upaya antisipasi dalam memitigasi bencana cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: ist/

trustjabar.com - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, melakukan patroli 24 jam titik rawan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Selain itu, Pemkot Bandung juga bakal memperbaiki berbagai saluran air serta tanggul di sejumlah titik rawan tersebut.

Baca Juga : Pemkot Bandung Terus Upayakan Atasi Persoalan Banjir

Pemkot Bandung mengklaim, upaya tersebut bentuk antisipasi terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang yang mulai marak terjadi di wilayah Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengemukakan, dalam beberapa hari terakhir sejumlah kejadian hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Seperti longsor dan pohon tumbang terjadi di berbagai kawasan, terutama di daerah yang berada di tepi sungai.

“Saya sudah membaca berbagai laporan di Kota Bandung. Setiap hari, sejak tiga hari terakhir, terjadi longsor. Terutama di pemukiman yang ada di sempadan sungai,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Selasa (28/10/2025).

Farhan mengatakan, kondisi cuaca ekstrem tersebut bukan hanya terjadi di Kota Bandung, melainkan juga terjadi di berbagai daerah lain. Bahkan, BMKG pun telah memprediksi kejadian ini.

“Fenomena ini terjadi di seluruh Indonesia. Karena itu, kami melakukan patroli 24 jam tanpa henti dan memperbaiki semua tali-tali air. Saat ini yang paling bisa kita lakukan adalah memastikan semua saluran dan pembuangan air berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Mitigasi Bencana Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Lakukan Upaya Ini!

Upaya pembersihan dan perbaikan saluran air, kata Farhan, sebenarnya telah Pemkot Bandung lakukan sejak Maret lalu. Terutama ketika intensitas hujan tinggi terjadi bertepatan saat Ramadan. Saat itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung melakukan normalisasi berbagai saluran air untuk mencegah genangan.

Menurutnya, tantangan terbesar saat terjadi cuaca ekstrem di wilayah Kota Bandung. Tantangan itu adalah tingginya tingkat erosi di kawasan pegunungan sekitar Bandung, seperti Gunung Tangkuban Parahu dan Manglayang. Kondisi ini menyebabkan sedimentasi atau pengendapan tanah di saluran air kota meningkat tajam.

Baca Juga : Antispasi Musim Hujan, OPD Kota Bandung Harus Tingkatkan Koordinasi

“Tingkat erosi dari daerah pegunungan luar biasa tinggi, sehingga sedimentasi di saluran pembuangan Kota Bandung cukup besar. Akibatnya, saat hujan deras turun, air dari hulu mengalir deras ke Bandung. Akibatnya menyebabkan beberapa tanggul jebol, kirmir rusak, serta tanah longsor,” ungkapnya.

Farhan menegaskan, saat ini fokus utama Pemkot Bandung saat tingginya intensitas hujan akibat cuaca ekstrem. Hal tersebut adalah memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi. Penanganan cepat di lapangan, lanjut Farhan, pihaknya perlu melakukan perbaikan tanggul dan saluran yang jebol. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor bila menemukan potensi bahaya.

“Kami langsung perbaiki yang bisa kita selesaikan, terutama yang membahayakan warga. Kita semua harus siaga pisan. Cuaca ekstrem ini belum berakhir," ungkap Wali Kota Bandung itu. (Vil/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Patroli 24 Jam

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.